Jumat, 11 Oktober 2019

Jalan TMMD Jadi, Mudahkan Warga Belanja Ke Pasar


Ini ungkapan ibu-ibu di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, menyusul jalan antar dukuhan di desanya dibangun oleh TNI melalui kegiatan TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali.
”Tentunya senang, nantinya kalau jalan sudah jadi, untuk berbelanja sayuran sehari-hari bisa ke pasar, sehingga dapat sayuran yang fresh dan harganya tidak begitu mahal,” ungkap Ibu Lastri (47), salah satu ibu rumah tangga di Desa Sangup.
Menurutnya, selama ini, karena kondisi jalan yang jelek, untuk berbelanja sayur sehari-hari hanya mengandalkan dari pedagang sayuran keliling. ”Habis bagaimana lagi harus dijalani. Meski dari pedagang sayur keliling sayurannya tidak fresh lagi dan mahal tentunya,” tutur Ibu Lastri. (Pendim 0724/Boyolali)


Hartini : Saya Tak Mengira Dibangunkan Rumah Pak Tentara

Hartini (57), salah satu warga Dukuh Batur, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, yang rumahnya ikut direhab di gelaran TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, setiap harinya menunggui proses perehabpannya.
Dia menuturkan, meski rumahnya sudah dirobohkan dan dibangun kembali oleh TNI dan warga, dirinya seolah masih tidak percaya jika akan mempunyai rumah yang kokoh, bagus dan sehat untuk ditinggali bersama keluarganya.
”Saya merasa seolah masih bermimpi, tidak mengira jika dibangunkan rumah pak Tentara yang demikian bagus. Saya tidak bisa membalas budi baik itu kecuali ucapan terimakasih,” tutur Hartini kepada Tim Pendim Boyolali. (Pendim 0724/Boyolali)


Siasati Cuaca Panas, Jalan Kerja Diajukan Lebih Pagi

Untuk mensiasati teriknya matahari di siang hari, sejumlah prajurit anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali yang bekerja di pengecoran jalan, memajukan jam kerja lebih pagi dari biasanya.
”Ini kesepaktan kami diantara para Satgas dan warga, diputuskan jam kerja pagi diajukan. Tujuannya saat siang dimana terik matahari sangat luar biasa, kami sudah mempunyai prestasi yang banyak di pengecoran jalan,” ungkap Kopda Firmansah, salah satu anggota Satgas TMMD.
Dia mengapresiasi antusias warga di pengecoran jalan tersebut, terbukti saat ditawarkan jam kerja dimajukan lebih pagi daripada hari-hari sebelumnya, warga langsung menyetujui, dan yang terlibat di gotong royong juga maksimal. (Pendim 0724/Boyolali)

Kamis, 10 Oktober 2019


Haryono Puas Dengan Rumah Yang Sedang Direhab TNI

Meski perehaban rumahnya yang dilakukan oleh TNI Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali dan warga masih proses, Haryono warga Dusun Pundung, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari menyatakan sangat puas.
”Perehaban rumah saya masih 30 persen saja sudah kelihatan begitu kokoh. aya benar-benar puas dengan kondisi rumah saya yang tengah direhab Pak Tentara dan warga.Terimakasih Pak Tentara yang telah merehab rumah saya melalui TMMD,” ungkap Haryono.
Dia menuturkan, sebagai wujud syukur, kelak jika rumahnya sudah jadi keluarganya akan menggelar syukuran kecil-kecilan. ”Saya sendiri tidak mengira bakal mempunyai rumah yang kokoh bagus dan terpenting layak huni,” tuturnya.(Pendim 0724/Boyolali)


Direhab TNI, Rumah Suwarno Dipastikan Kokoh

Rumah Suwarno di Dukuh Sudimoro, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari tidak lama lagi akan menjadi kokoh, menyusul saat ini tengah direhab oleh TNI Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali bersama warga setempat.
Dijelaskan Babinsa Desa Sangup, Serka Rosyd, seluruh material yang digunakan untuk merehab rumah Suwarno berkualitas. Mulai batako untuk dinding, kayu untuk kusen jendela dan pintu benar-benar dipilihkan yang berkualitas.
”Jangan dikira perehabpan RTLH melalui TMMD hanya asal-asalan, melainkan sejak material pun sudah dipilih yang berkualitas. Sementara saat pengerjaan juga melibatkan tukang profesional baik dari TNI maupun warga,” jelas Serka Rosyd. (Pendim 0724/Boyolali)


Kodim Persiapkan Material untuk Rehab RTLH

Untuk antisipasi perehabpan RTLH yang merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali tidak tersendat, Kodim setempat telah persiapan material untuk kebutuhan sasaran fisik itu.
Sebagian disimpan di Poskotis, sebagian lagi sudah terdistribusikan di sejumlah rumah warga yang rumahnya masuk dalam daftar rehab. Sejumlah material itu, mulai dari keramik, semen dan sejumlah material lainnya.
”Jumlah RTLH yang harus direhab di kegiatan TMMD Desa Sangup cukup banyak, yakni 10 rumah. Untuk itu agar tidak tersendat, semua material yang dibutuhkan untuk perehabpan RTLH itu sudah kita siapkan dan telah berada di desa sasaran,” jelas Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Inf. Kamami. (Pendim 0724/Boyolali)


Berkat Gotong Royong, Menggeser Molen Jadi Ringan

Sebuah perangkat mesin Molen yang komplit beratnya tentu sangat berat. Namun berkat gotong royong yang dilakukan para Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali dan warga, menggeser mesin molen menjadi ringan.
Hal itu terjadi di pengecoran jalan, salah satu sasaran fisik TMMD, yang sudah sampai di Dukuh Tlogojati. Menyusul pekerjaan sudah selesai dan akan dilanjutkan ke Dukuhan lainnya, mesin molen pun perlu digeser menyesuaikan pengecoran jalan.
”Alhamdulilah ternyata benar, dengan bergotong royong semua pekerjaan berat akan menjadi ringan. Seperti saat memindahkan mesin molen yang sangat berat, karena dilakukan orang banyak sehingga berhasil dipindahkan,” ungkap Zaenal (53), salah satu warga Desa Sangup. (Pendim 0724/Boyolali)


Nasi Bungkus “Penyuplai” Energi Prajurit Satgas TMMD

Karena situasi, makan nasi bungkus juga dilakoni oleh para prajurit anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali. Hal itu lantaran proses pengecoran jalan yang merupakan sasaran fisik utama TMMD di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari sudah jauh dari pemukiman penduduk.
”Karena lokasi pengecoran jalan sudah sangat jauh dari lokasi pemukiman penduduk, kiriman logistik dibuat praktis, yakni dibikin nasi bungkus. Luar biasa nikmatnya saat lelah lapar ada suplay logistik untuk membangkitkan energi kembali,” ungkap Koptu Irwan, salah satu anggota Satgas TMMD.
Menurutnya, tugas di sasaran TMMD yang lokasinya ada di pedesaan, seperti Desa Sangup yang ada di lereng Gunung Merapi, banyak hal emergency yang membuat pasukan harus bisa menyesuaikan diri. (Pendim 0724/Boyolali)


Nakad Tembus Jalan ALternatif Demi Memburu Berita TMMD

– Dedikasi dan loyalitas salah satu TNI anggota Tim jurnalis TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali ini, Sertu Iwan, sangat luar biasa saat melakukan peliputan di aktifitas TMMD di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari iut.
Berawal adanya kunjungan mendadak Dandim Boyolali, Letkol Kav. Herman Taryaman selaku Dansatgas, Sertu Iwan agar tidak kehilangan momen, nekad menerobos jalan alternatif untuk menuju ke Desa Sangup.
”Bagaimana lagi, terpenting tidak ketinggalan momen kunjungan Dandim. Jalan alternatif yang lebarnya hanya 1 Meter sementara di tepian jalan jurang dalam, tetap saya tempuh. ALhamdulilah akhirnya selamat dan momen kunjungan Dandim tidak lepas,” papar Sertu Iwan. (Pendim 0724/Boyolali)


Diprakarsai TNI, Warga Jaga Kerapian Peralatan Cor Jalan

Diprakarsai TNI anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, warga Desa Sangup tetap menjaga kerapian sehabis kerja di pembetonan jalan, salah satu sasaran fisik TMMD di desanya.
Menurut, Ansori (45), saat sore hari selesai bekerja badan terasa capek semua, namun karena “terdidik” dengan yang diajarkan para TNI anggota satgas TMMD, di sisa-sisa tenaga warga membersihkan seluruh peralatan kerja dan ditata rapi.
”Ternyata ajaran perlunya menjaga kerapian, kebersihan dan kedisiplinan sangat dirasakan manfaatnya. Saat pagi harinya dimana akan memulai kerja, semua peralatan telah ready untuk digunakan kerja,” tutur Ansori. (Pendim 0724/Boyolali)


Relakan Sebagian Air Untuk Pengecoran Jalan TMMD

Menyusul saat pengecoran jalan yang merupakan sasaran fisik TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, di Desa Sangup sering macet gara-gara droping air terlambat. Warga ini rela menyumbangkan sebagian air yang dimilikinya untuk pengecoran jalan tersebut.
Adalah Tarto (31), warga Dusun Tlogojati, Desa Sangub yang merelakan menyumbangkan sebagian kecil airnya untuk pengecoran jalan TMMD yang sudah merambah di dukuhannya.
”Ya ini jalan khan nanti yang menikmati warga Sangup, termasuk warga Dukuh Tlogojati, untuk itu disaat pembangunannya macet gara-gara pasokan air terlambat, tidak ada salahnya kalau saya merelakan sebagian air yang ada di bak air rumahnya saya untuk kelancaran pembangunan jalan tersebut,” ungkap Tarto. (Pendim 0724/Boyolali)