Jalan TMMD Jadi, Mudahkan Warga Belanja Ke Pasar
Ini ungkapan ibu-ibu di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari,
menyusul jalan antar dukuhan di desanya dibangun oleh TNI melalui kegiatan TMMD
Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali.
”Tentunya senang, nantinya kalau jalan sudah jadi, untuk
berbelanja sayuran sehari-hari bisa ke pasar, sehingga dapat sayuran yang fresh
dan harganya tidak begitu mahal,” ungkap Ibu Lastri (47), salah satu ibu rumah
tangga di Desa Sangup.
Menurutnya, selama ini, karena kondisi jalan yang jelek, untuk
berbelanja sayur sehari-hari hanya mengandalkan dari pedagang sayuran keliling.
”Habis bagaimana lagi harus dijalani. Meski dari pedagang sayur keliling
sayurannya tidak fresh lagi dan mahal tentunya,” tutur Ibu Lastri. (Pendim
0724/Boyolali)
Hartini : Saya Tak Mengira Dibangunkan Rumah Pak Tentara
Hartini (57), salah satu warga Dukuh Batur, Desa Sangup,
Kecamatan Tamansari, yang rumahnya ikut direhab di gelaran TMMD Reguler ke-106
Kodim 0724/Boyolali, setiap harinya menunggui proses perehabpannya.
Dia menuturkan, meski rumahnya sudah dirobohkan dan dibangun
kembali oleh TNI dan warga, dirinya seolah masih tidak percaya jika akan
mempunyai rumah yang kokoh, bagus dan sehat untuk ditinggali bersama
keluarganya.
”Saya merasa seolah masih bermimpi, tidak mengira jika
dibangunkan rumah pak Tentara yang demikian bagus. Saya tidak bisa membalas
budi baik itu kecuali ucapan terimakasih,” tutur Hartini kepada Tim Pendim
Boyolali. (Pendim 0724/Boyolali)
Siasati Cuaca Panas, Jalan Kerja Diajukan Lebih Pagi
Untuk mensiasati teriknya matahari di siang hari, sejumlah
prajurit anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali yang bekerja di
pengecoran jalan, memajukan jam kerja lebih pagi dari biasanya.
”Ini kesepaktan kami diantara para Satgas dan warga, diputuskan
jam kerja pagi diajukan. Tujuannya saat siang dimana terik matahari sangat luar
biasa, kami sudah mempunyai prestasi yang banyak di pengecoran jalan,” ungkap
Kopda Firmansah, salah satu anggota Satgas TMMD.
Dia mengapresiasi antusias warga di pengecoran jalan tersebut,
terbukti saat ditawarkan jam kerja dimajukan lebih pagi daripada hari-hari
sebelumnya, warga langsung menyetujui, dan yang terlibat di gotong royong juga
maksimal. (Pendim 0724/Boyolali)
Haryono Puas Dengan Rumah Yang Sedang Direhab TNI
Meski perehaban rumahnya yang dilakukan oleh TNI Satgas TMMD
Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali dan warga masih proses, Haryono warga Dusun
Pundung, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari menyatakan sangat puas.
”Perehaban rumah saya masih 30 persen saja sudah kelihatan
begitu kokoh. aya benar-benar puas dengan kondisi rumah saya yang tengah
direhab Pak Tentara dan warga.Terimakasih Pak Tentara yang telah merehab rumah
saya melalui TMMD,” ungkap Haryono.
Dia menuturkan, sebagai wujud syukur, kelak jika rumahnya
sudah jadi keluarganya akan menggelar syukuran kecil-kecilan. ”Saya sendiri
tidak mengira bakal mempunyai rumah yang kokoh bagus dan terpenting layak
huni,” tuturnya.(Pendim 0724/Boyolali)
Direhab TNI, Rumah Suwarno Dipastikan Kokoh
Rumah Suwarno di Dukuh Sudimoro, Desa Sangup, Kecamatan
Tamansari tidak lama lagi akan menjadi kokoh, menyusul saat ini tengah direhab
oleh TNI Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali bersama warga setempat.
Dijelaskan Babinsa Desa Sangup, Serka Rosyd, seluruh material
yang digunakan untuk merehab rumah Suwarno berkualitas. Mulai batako untuk
dinding, kayu untuk kusen jendela dan pintu benar-benar dipilihkan yang
berkualitas.
”Jangan dikira perehabpan RTLH melalui TMMD hanya asal-asalan,
melainkan sejak material pun sudah dipilih yang berkualitas. Sementara saat
pengerjaan juga melibatkan tukang profesional baik dari TNI maupun warga,”
jelas Serka Rosyd. (Pendim 0724/Boyolali)
Kodim Persiapkan Material untuk Rehab RTLH
Untuk antisipasi perehabpan RTLH yang merupakan salah satu
sasaran fisik TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali tidak tersendat, Kodim
setempat telah persiapan material untuk kebutuhan sasaran fisik itu.
Sebagian disimpan di Poskotis, sebagian lagi sudah
terdistribusikan di sejumlah rumah warga yang rumahnya masuk dalam daftar
rehab. Sejumlah material itu, mulai dari keramik, semen dan sejumlah material
lainnya.
”Jumlah RTLH yang harus direhab di kegiatan TMMD Desa Sangup
cukup banyak, yakni 10 rumah. Untuk itu agar tidak tersendat, semua material
yang dibutuhkan untuk perehabpan RTLH itu sudah kita siapkan dan telah berada
di desa sasaran,” jelas Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Inf. Kamami. (Pendim
0724/Boyolali)
Berkat Gotong Royong, Menggeser Molen Jadi Ringan
Sebuah perangkat mesin Molen yang komplit beratnya tentu
sangat berat. Namun berkat gotong royong yang dilakukan para Satgas TMMD
Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali dan warga, menggeser mesin molen menjadi
ringan.
Hal itu terjadi di pengecoran jalan, salah satu sasaran fisik
TMMD, yang sudah sampai di Dukuh Tlogojati. Menyusul pekerjaan sudah selesai
dan akan dilanjutkan ke Dukuhan lainnya, mesin molen pun perlu digeser
menyesuaikan pengecoran jalan.
”Alhamdulilah ternyata benar, dengan bergotong royong semua
pekerjaan berat akan menjadi ringan. Seperti saat memindahkan mesin molen yang
sangat berat, karena dilakukan orang banyak sehingga berhasil dipindahkan,”
ungkap Zaenal (53), salah satu warga Desa Sangup. (Pendim 0724/Boyolali)
Nasi Bungkus “Penyuplai” Energi Prajurit Satgas TMMD
Karena situasi, makan nasi bungkus juga dilakoni oleh para
prajurit anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali. Hal itu
lantaran proses pengecoran jalan yang merupakan sasaran fisik utama TMMD di
Desa Sangup, Kecamatan Tamansari sudah jauh dari pemukiman penduduk.
”Karena lokasi pengecoran jalan sudah sangat jauh dari lokasi
pemukiman penduduk, kiriman logistik dibuat praktis, yakni dibikin nasi
bungkus. Luar biasa nikmatnya saat lelah lapar ada suplay logistik untuk
membangkitkan energi kembali,” ungkap Koptu Irwan, salah satu anggota Satgas
TMMD.
Menurutnya, tugas di sasaran TMMD yang lokasinya ada di
pedesaan, seperti Desa Sangup yang ada di lereng Gunung Merapi, banyak hal
emergency yang membuat pasukan harus bisa menyesuaikan diri. (Pendim
0724/Boyolali)
Nakad Tembus Jalan ALternatif Demi Memburu Berita TMMD
– Dedikasi dan loyalitas salah satu TNI anggota Tim jurnalis
TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali ini, Sertu Iwan, sangat luar biasa saat
melakukan peliputan di aktifitas TMMD di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari iut.
Berawal adanya kunjungan mendadak Dandim Boyolali, Letkol Kav.
Herman Taryaman selaku Dansatgas, Sertu Iwan agar tidak kehilangan momen, nekad
menerobos jalan alternatif untuk menuju ke Desa Sangup.
”Bagaimana lagi, terpenting tidak ketinggalan momen kunjungan
Dandim. Jalan alternatif yang lebarnya hanya 1 Meter sementara di tepian jalan
jurang dalam, tetap saya tempuh. ALhamdulilah akhirnya selamat dan momen
kunjungan Dandim tidak lepas,” papar Sertu Iwan. (Pendim 0724/Boyolali)
Diprakarsai TNI, Warga Jaga Kerapian Peralatan Cor Jalan
Diprakarsai TNI anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim
0724/Boyolali, warga Desa Sangup tetap menjaga kerapian sehabis kerja di
pembetonan jalan, salah satu sasaran fisik TMMD di desanya.
Menurut, Ansori (45), saat sore hari selesai bekerja badan
terasa capek semua, namun karena “terdidik” dengan yang diajarkan para TNI
anggota satgas TMMD, di sisa-sisa tenaga warga membersihkan seluruh peralatan
kerja dan ditata rapi.
”Ternyata ajaran perlunya menjaga kerapian, kebersihan dan
kedisiplinan sangat dirasakan manfaatnya. Saat pagi harinya dimana akan memulai
kerja, semua peralatan telah ready untuk digunakan kerja,” tutur Ansori.
(Pendim 0724/Boyolali)
Relakan Sebagian Air Untuk Pengecoran Jalan TMMD
Menyusul saat pengecoran jalan yang merupakan sasaran fisik
TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, di Desa Sangup sering macet gara-gara
droping air terlambat. Warga ini rela menyumbangkan sebagian air yang
dimilikinya untuk pengecoran jalan tersebut.
Adalah Tarto (31), warga Dusun Tlogojati, Desa Sangub yang
merelakan menyumbangkan sebagian kecil airnya untuk pengecoran jalan TMMD yang
sudah merambah di dukuhannya.
”Ya ini jalan khan nanti yang menikmati warga Sangup, termasuk
warga Dukuh Tlogojati, untuk itu disaat pembangunannya macet gara-gara pasokan
air terlambat, tidak ada salahnya kalau saya merelakan sebagian air yang ada di
bak air rumahnya saya untuk kelancaran pembangunan jalan tersebut,” ungkap
Tarto. (Pendim 0724/Boyolali)