Rabu, 16 Oktober 2019


Layani Satgas TMMD, Muncul Kantin Ala Desa Sangup

Keberadaan para prajurit anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, memantik ide kreatif salah satu warga setempat, Bu Naning (42), mendirikan kafe kecil-kecilan.
”Lumayan ada bisnis kecil-kecilan mendirikan kafe, menjaring pembeli dari kalangan TNI Satgas yang kadangkala butuh kumpul-kumpul sambil minum kopi. Ya semua hidangannya ala desa,” ungkapnya.
Beberapa anggota Satgas TMMD menyambut gembira dengan adanya kafe baru milik Bu Ning tersebut. ”Lumayan bisa untuk mengusir kejenuhan kalau malam. Sekedar kumpul dengan sesama anggota Satgas dan warga sambil minum kopi dan makan mie rebus,” ungkap Koptu Anang yang dari Yonif 408 Raider itu. (Pendim 0724/Boyolali)


Menu Yang Disediakan Warga Untuk Satgas TMMD Memadai

Sejumlah prajurit anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali mengucapkan terimakasih kepada para warga desa sasaran, terutama yang ditempati pasukan, dimana telah menyediakan menu makan bagi prajurit yang benar-benar memadai.
Adalah Serka Edy Pramono, anggota Satgas TMMD yang dari Batalyon Kavaleri, mengemukakan selama dirinya dan sejumlah rekan sesama anggota Satgas tinggal di rumah warga desa sasaran, menu makan yang disediakan warga sangat memadai.
”Meski menu masakannya khas desa, namun cita rasanya luar biasa dan komplit gizinya. Semua ini terimakasih atas penyambutan para warga desa sasaran yang membuat para anggota satgas betah dan tetap bersemangat dalam bekerja membangun Desa Sangup,” papar Serka Edy Pramono yang tinggal di rumah Bu Yami di Dusun Kembangrowo. (Pendim 0724/Boyolali)


Himpun Tenaga, Untuk Kejar Target TMMD Pagi Harinya

Ini yang dilakukan para prajurit anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali yang dari Yonif 408 raider, saat malam hari di desa sasaran, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari.
Sebagian memanfaatkan untuk istirahat, menghimpun tenaga yang akan digunakan untuk melanjutkan pekerjaan TMMD di pagi harinya. ”Beberapa teman ada yang ngobrol sambil main HP, kalau saya pribadi pilih segera istirahat, tidur, karena esok hari harus bekerja berat kembali,” ungkap Kopda Safrudin, salah satu anggota Satgas.
Menurutnya, medan di lokasi TMMD, utamanya di pengecoran jalan sangat ekstrim, sehingga cukup menguras tenaga. ”Di beberapa titik kondisi jalannya naik tajam dan turunannya juga tanajm sehingga perlu langsir material secara manual yang benar-benar menguras energi,” beber Kopda Safrudin. (Pendim 0724/Boyolali)

Minggu, 13 Oktober 2019


TNI dan Warga Terus “Keroyok” Pengecoran Jalan

Menyusul sisa pekerjaan di lokasi pembangunan jalan yang merupakan sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, anggota satgas dan warga terus “keroyok” pekerjaan itu.
Dijelaskan Babinsa Desa Sangup, Serka Rosyd, dengan sistem “keroyokan”itu diharapkan pengecoran jalan tersebut bisa cepat selesai. Menyusul sisa pekerjaan memang masih cukup besar.
”Dengan “keroyokan” itu diharapkan prestasi pekerjaan jadi besar, karena sasaran fisik TMMD,pengecoran jalan sisa pekerjaan masih besar, sehingga perlu kerja keras,” jelas Serka Rosyd. (Pendim 0724/Boyolali)


Bangun Jalan, Satgas TMMD Terus Koordinasi Warga Tukang

Agar mendapat hasil yang maksimal di pengecoran jalan (salah satu sasaran fisik TMMD), para Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, terus berkoordinasi dengan warga ahli tukang baru yang terlibat di pekerjaan itu.
”Dengan koordinasi, hasil pengecoran jalan bisa bagus dan sesuai standar teknik, sehingga kualitasnya juga bisa dipertanggungjawabkan, dan nantinya akan berdaya guna dalam waktu yang lama,” ungkap Koptu Agung, salah satu anggota Satgas tMMD.
Terpisah Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Inf. Kamami menjelaskan, di semua pekerjaan TMMD pihaknya memang mengerahkan TNi yang ahli tukang, berkolaborasi dengan warga yang profesinya sehari-hari tukang. Harapannya mereka yang akan jadi koordinator di masing-masing titik pekerjaan. (Pendim 0724/Boyolali)


Terimakasih Ibu-ibu Kebutuhan Makan Kami Tercukupi

Sejumlah anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali mengucapkan terimakasih kepada ibu-ibu PKK Desa Sangup, yang selama ini telah menyediakan logistik dengan baik.
”Kami perlu mengucapkan terimakasih, tanpa kepedulian ibu-ibu Desa Sangup itu apa jadinya kami saat bertugas di lokasi TMMD ini. Jujur kami para Satgas cocok dengan menu masakannya,” ungkap Kopda Syukur, salah satu anggota Satgas TMMD.
Disinggung tentang nasi bungkus yang sering disediakan saat makan siang hari ? Menurut Kopda Syukur, sebenarnya itu karena kondisi saja. Karena lokasi pekerjaan yang jauh dari pemukiman penduduk, supaya praktis jatah makan dibungkus. (Pendim 0724/Boyolali)


Sering Langsir Manual di Pengecoran jalan TMMD

Menyusul kondisi jalan yang akan dicor berada di titik turunan yang terjal, para anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali dan warga, harus melakukan langsir material secara manual.
”Disaat pekerjaan sampai di titik yang kondisi jalannya menurun tajam , langsir material hanya bisa dilakukan secara manual. Tidak masalah, semua kita lakukan dengan gotong royong sehingga pekerjaan menjadi ringan,” ujar Jalmo (47), salah satu warga Desa Sangup.
Menurutnya, kalau mau jujur saat pekerjaan jalan sampai di turunan atau tanjakan tajam, tingkat kelelahannya badan sangat luar biasa. Hanya saja keinginan untuk mempunyai jalan yang bagus, sehingga semua itu dilupakan. (Pendim 0724/Boyolali)


Ikut Kerja di TMMD, Kades Juga Belepotan Semen

Jangan dikira seorang Kades Sangup, Triyono, hanya main perintah di gelaran TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali di desanya. Melainkan, sering ikut terjun di pekerjaan TMMD.
Seperti di sasaran fisik pembangunan bak penampungan air yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD. Kades Triyono ikut membuat adonan bersama TNI anggota Satgas sehingga praktis ia juga rela kakinya belepotan semen.
”Sebagi yang dituakan saya harus memberi tauladan kepada warga. Disisi lain saya harus ikut kerja itu salah satu ungkapan terimkasih saya kepada Kodim Boyolali yang telah menjadikan Desa Sangup sebagai sasaran TMMD,” ujar Kades Triyono. (Pendim 0724/Boyolali)


Merasa Terhormat Kerja Bareng Tentara

Meski sempat sungkan dan dihinggapi rasa takut saat bekerja bareng dengan TNI Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, di hari ke-10 pelaksanaan TMMD, warga semakin enjoy saat bekerja bareng dengan sosok Tentara.
”Awalnya memang kami takut, hanya saja karena para TNI sikapnya ramah-ramah, dan pandai bergurau, terlebih tak pernah memilih saat bergaul, sehingga warga semakin dekat saja,” ungkap Sungkono (45),salah satu warga Desa Sangup.
Dia mengaku, seumur-umur baru kali ini kerja bersama TNI. ”Seumur-umur saya kerja bareng bersama TNI baru kali ini, semua ini justru membuat saya pribadi bangga. Kalau tidak ada TMMD belum tentu saya bisa kerja bareng dengan Pak Tentara,” beber Sungkono. (Pendim 0724/Boyolali)


Bangga dan Terhormat Bisa Sediakan Logistik

Sejumlah ibu-ibu di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, yang sudah 10 hari ini terus menyediakan logistik untuk warga dan para pasukan anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, mengaku akan terus melakukan kewajibannya itu hingga TMMD usai.
”Sudah menjadi kewajiban kami, para ibu-ibu yang tidak bisa bekerja di lapangan, berperan di TMMD dengan menyediakan logistik. Kewajiban ini akan saya lakukan hingga TMMD usi nanti,” ungkap Ibu Sunarni (45),salah satu warga Desa Sangup.
Menurutnya, rata-rata ibu-ibu khlas melakukan pekerjaan menyediakan logistik demi kelancaran TMMD. ”Bahkan saya pribadi rasanya bangga dan terhormat bisa ambil peran di pekerjaan TMMD,” pungkas Bu Sunarni. (Pendim 0724/Boyolali)


TNI dan Warga Terus kebut Perehabpan RTLH

Sama seperti di sasaran fisik pengecoran jalan, sejumlah TNI anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, sejumlah anggota Satgas bersama warga terus kebut perehabpan sejumlah RTLH yang sudah masuk program perehaban.
Dikemukakan Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Kamami, jumlah RTLH yang direhab bersamaan TMMD Reguler Kodim Boyolali ada 10 rumah. Hanya saja karena paket rehab adalah total, sehingga butuh waktu dan pengerahan personil yang banyak.
”Untuk itu kami terus tekankan kepada pasukan dan warga untuk terus kerja keras agar 10 RTLH yang sudah masuk dalam program perehabpan selesai semua, sebelum TMMD usai,” tandas Pasiter Kamami. (Pendim 0724/Boyolali)