Layani Satgas TMMD, Muncul Kantin Ala Desa Sangup
Keberadaan para prajurit anggota Satgas TMMD Reguler ke-106
Kodim 0724/Boyolali di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, memantik ide kreatif
salah satu warga setempat, Bu Naning (42), mendirikan kafe kecil-kecilan.
”Lumayan ada bisnis kecil-kecilan mendirikan kafe, menjaring
pembeli dari kalangan TNI Satgas yang kadangkala butuh kumpul-kumpul sambil
minum kopi. Ya semua hidangannya ala desa,” ungkapnya.
Beberapa anggota Satgas TMMD menyambut gembira dengan adanya
kafe baru milik Bu Ning tersebut. ”Lumayan bisa untuk mengusir kejenuhan kalau
malam. Sekedar kumpul dengan sesama anggota Satgas dan warga sambil minum kopi
dan makan mie rebus,” ungkap Koptu Anang yang dari Yonif 408 Raider itu.
(Pendim 0724/Boyolali)
Menu Yang Disediakan Warga Untuk Satgas TMMD Memadai
Sejumlah prajurit anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim
0724/Boyolali mengucapkan terimakasih kepada para warga desa sasaran, terutama
yang ditempati pasukan, dimana telah menyediakan menu makan bagi prajurit yang
benar-benar memadai.
Adalah Serka Edy Pramono, anggota Satgas TMMD yang dari
Batalyon Kavaleri, mengemukakan selama dirinya dan sejumlah rekan sesama
anggota Satgas tinggal di rumah warga desa sasaran, menu makan yang disediakan
warga sangat memadai.
”Meski menu masakannya khas desa, namun cita rasanya luar
biasa dan komplit gizinya. Semua ini terimakasih atas penyambutan para warga
desa sasaran yang membuat para anggota satgas betah dan tetap bersemangat dalam
bekerja membangun Desa Sangup,” papar Serka Edy Pramono yang tinggal di rumah
Bu Yami di Dusun Kembangrowo. (Pendim 0724/Boyolali)
Himpun Tenaga, Untuk Kejar Target TMMD Pagi Harinya
Ini yang dilakukan para prajurit anggota Satgas TMMD Reguler
ke-106 Kodim 0724/Boyolali yang dari Yonif 408 raider, saat malam hari di desa
sasaran, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari.
Sebagian memanfaatkan untuk istirahat, menghimpun tenaga yang
akan digunakan untuk melanjutkan pekerjaan TMMD di pagi harinya. ”Beberapa
teman ada yang ngobrol sambil main HP, kalau saya pribadi pilih segera
istirahat, tidur, karena esok hari harus bekerja berat kembali,” ungkap Kopda
Safrudin, salah satu anggota Satgas.
Menurutnya, medan di lokasi TMMD, utamanya di pengecoran jalan
sangat ekstrim, sehingga cukup menguras tenaga. ”Di beberapa titik kondisi
jalannya naik tajam dan turunannya juga tanajm sehingga perlu langsir material
secara manual yang benar-benar menguras energi,” beber Kopda Safrudin. (Pendim
0724/Boyolali)
TNI dan Warga Terus “Keroyok” Pengecoran Jalan
Menyusul sisa pekerjaan di lokasi pembangunan jalan yang
merupakan sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, di Desa
Sangup, Kecamatan Tamansari, anggota satgas dan warga terus “keroyok” pekerjaan
itu.
Dijelaskan Babinsa Desa Sangup, Serka Rosyd, dengan sistem
“keroyokan”itu diharapkan pengecoran jalan tersebut bisa cepat selesai.
Menyusul sisa pekerjaan memang masih cukup besar.
”Dengan “keroyokan” itu diharapkan prestasi pekerjaan jadi
besar, karena sasaran fisik TMMD,pengecoran jalan sisa pekerjaan masih besar,
sehingga perlu kerja keras,” jelas Serka Rosyd. (Pendim 0724/Boyolali)
Bangun Jalan, Satgas TMMD Terus Koordinasi Warga Tukang
Agar mendapat hasil yang maksimal di pengecoran jalan (salah
satu sasaran fisik TMMD), para Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali,
terus berkoordinasi dengan warga ahli tukang baru yang terlibat di pekerjaan
itu.
”Dengan koordinasi, hasil pengecoran jalan bisa bagus dan
sesuai standar teknik, sehingga kualitasnya juga bisa dipertanggungjawabkan,
dan nantinya akan berdaya guna dalam waktu yang lama,” ungkap Koptu Agung,
salah satu anggota Satgas tMMD.
Terpisah Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Inf. Kamami
menjelaskan, di semua pekerjaan TMMD pihaknya memang mengerahkan TNi yang ahli
tukang, berkolaborasi dengan warga yang profesinya sehari-hari tukang.
Harapannya mereka yang akan jadi koordinator di masing-masing titik pekerjaan.
(Pendim 0724/Boyolali)
Terimakasih Ibu-ibu Kebutuhan Makan Kami Tercukupi
Sejumlah anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali
mengucapkan terimakasih kepada ibu-ibu PKK Desa Sangup, yang selama ini telah
menyediakan logistik dengan baik.
”Kami perlu mengucapkan terimakasih, tanpa kepedulian ibu-ibu
Desa Sangup itu apa jadinya kami saat bertugas di lokasi TMMD ini. Jujur kami
para Satgas cocok dengan menu masakannya,” ungkap Kopda Syukur, salah satu
anggota Satgas TMMD.
Disinggung tentang nasi bungkus yang sering disediakan saat
makan siang hari ? Menurut Kopda Syukur, sebenarnya itu karena kondisi saja.
Karena lokasi pekerjaan yang jauh dari pemukiman penduduk, supaya praktis jatah
makan dibungkus. (Pendim 0724/Boyolali)
Sering Langsir Manual di Pengecoran jalan TMMD
Menyusul kondisi jalan yang akan dicor berada di titik turunan
yang terjal, para anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali dan
warga, harus melakukan langsir material secara manual.
”Disaat pekerjaan sampai di titik yang kondisi jalannya
menurun tajam , langsir material hanya bisa dilakukan secara manual. Tidak
masalah, semua kita lakukan dengan gotong royong sehingga pekerjaan menjadi
ringan,” ujar Jalmo (47), salah satu warga Desa Sangup.
Menurutnya, kalau mau jujur saat pekerjaan jalan sampai di
turunan atau tanjakan tajam, tingkat kelelahannya badan sangat luar biasa.
Hanya saja keinginan untuk mempunyai jalan yang bagus, sehingga semua itu
dilupakan. (Pendim 0724/Boyolali)
Ikut Kerja di TMMD, Kades Juga Belepotan Semen
Jangan dikira seorang Kades Sangup, Triyono, hanya main perintah
di gelaran TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali di desanya. Melainkan,
sering ikut terjun di pekerjaan TMMD.
Seperti di sasaran fisik pembangunan bak penampungan air yang
menjadi salah satu sasaran fisik TMMD. Kades Triyono ikut membuat adonan bersama
TNI anggota Satgas sehingga praktis ia juga rela kakinya belepotan semen.
”Sebagi yang dituakan saya harus memberi tauladan kepada
warga. Disisi lain saya harus ikut kerja itu salah satu ungkapan terimkasih
saya kepada Kodim Boyolali yang telah menjadikan Desa Sangup sebagai sasaran
TMMD,” ujar Kades Triyono. (Pendim 0724/Boyolali)
Merasa Terhormat Kerja Bareng Tentara
Meski sempat sungkan dan dihinggapi rasa takut saat bekerja
bareng dengan TNI Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, di hari ke-10
pelaksanaan TMMD, warga semakin enjoy saat bekerja bareng dengan sosok Tentara.
”Awalnya memang kami takut, hanya saja karena para TNI
sikapnya ramah-ramah, dan pandai bergurau, terlebih tak pernah memilih saat
bergaul, sehingga warga semakin dekat saja,” ungkap Sungkono (45),salah satu
warga Desa Sangup.
Dia mengaku, seumur-umur baru kali ini kerja bersama TNI.
”Seumur-umur saya kerja bareng bersama TNI baru kali ini, semua ini justru
membuat saya pribadi bangga. Kalau tidak ada TMMD belum tentu saya bisa kerja
bareng dengan Pak Tentara,” beber Sungkono. (Pendim 0724/Boyolali)
Bangga dan Terhormat Bisa Sediakan Logistik
Sejumlah ibu-ibu di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, yang
sudah 10 hari ini terus menyediakan logistik untuk warga dan para pasukan
anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, mengaku akan terus
melakukan kewajibannya itu hingga TMMD usai.
”Sudah menjadi kewajiban kami, para ibu-ibu yang tidak bisa
bekerja di lapangan, berperan di TMMD dengan menyediakan logistik. Kewajiban
ini akan saya lakukan hingga TMMD usi nanti,” ungkap Ibu Sunarni (45),salah
satu warga Desa Sangup.
Menurutnya, rata-rata ibu-ibu khlas melakukan pekerjaan
menyediakan logistik demi kelancaran TMMD. ”Bahkan saya pribadi rasanya bangga
dan terhormat bisa ambil peran di pekerjaan TMMD,” pungkas Bu Sunarni. (Pendim
0724/Boyolali)
TNI dan Warga Terus kebut Perehabpan RTLH
Sama seperti di sasaran fisik pengecoran jalan, sejumlah TNI
anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, sejumlah anggota Satgas
bersama warga terus kebut perehabpan sejumlah RTLH yang sudah masuk program
perehaban.
Dikemukakan Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Kamami, jumlah RTLH
yang direhab bersamaan TMMD Reguler Kodim Boyolali ada 10 rumah. Hanya saja
karena paket rehab adalah total, sehingga butuh waktu dan pengerahan personil
yang banyak.
”Untuk itu kami terus tekankan kepada pasukan dan warga untuk
terus kerja keras agar 10 RTLH yang sudah masuk dalam program perehabpan
selesai semua, sebelum TMMD usai,” tandas Pasiter Kamami. (Pendim
0724/Boyolali)