Rabu, 16 Oktober 2019


Berkat Kerja Keras Jalan Beton di Desa Sangup Sudah Mulai Kelihatan

Berkat kerja keras antara TNI dan warga, di pembangunan jalan beton, salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, di Desa Sangup, sudah mulai menampakan hasilnya.
Dikemukakan Serka Rosyd, Babinsa Desa Sangup, untuk sasaran fisik pengecoran jalan di Desa Sangup hasilnya sudah sangat menggembirakan. Sehingga pihaknya optimis, pengecoran jalan akan rampung sebelum TMMD ditutup.
Dikatakan, hasil yang maksimal di pengecoran jalan tersebut lantaran semangat gotong royong antara warga dan TNI Satgas TMMD yang terus membara. Banyak kendala, namun dengan penuh semangat semuanya bisa teratasi. (Pendim 0724/Boyolali)


Pelan Tapi Pasti, Satgas Terus Bangun Bak Air

Pelan tapi pasti, para anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, terus membangun bak penampungan air, yang lokasinya di halaman Balai Desa Sangup, Kecamatan tamansari.
Menurut Babinsa Sangup, Serka Rosyd, untuk membangun bak air tidak seperti di sasaran fisik pengecoran jalan atau sasaran fisik lainnya. Perlakuannya khusus, karena jangan sampai nanti setelah jadi bak air terjadi kebocoran.
”Saya yakin pelan tapi pasti bak air yang merupakan salah satu sasaran fisik TMMD itu akan rampung sebelum TMMD ditutup, tandas Babinsa Serka Rosyd.(Pendim 0724/Boyolali)


Harus Cuci Sendiri Saat Kerja di Lokasi TMMD

Sejumlah prajurit anggota SatgasTMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, harus nyuci pakaian sendiri saat bertugas di lokasi TMMD. Belum lagi, saat nyuci juga harus menyesuaikan sulitnya air di desa sasaran TMMD, yakni Desa Sangup, Kecamatan Tamansari.
Minimnya air segala keperluan, membuat para prajurit Satgas TMMD harus ngirit air saat mencuci. ”Sudah terbiasa bagi prajurit harus menghadapi situasi seperti di Desa Sangup ini,” tandas Kopka Yatno, salah satu anggota Satgas TMMD.
Hasil serupa juga dialami oleh para anggota Satgas TMMD yang lain, selama tinggal di rumah-rumah penduduk. Dengan kondisi rumah yang sederhana, keberadan air pas-pasan, mereka harus menghadapi tugas yang tidak ringan.(Pendim 0724/Boyolali)


Warga dan TNI Saling Tukar Pengalaman

Salah satu dampak pelaksanaan TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari adalah, antara warga dan TNI bisa saling tukar pengalaman.
Saling tukar pengalaman tersebut dilakukan saat istirahat bersama. Sambil menikmati makan, dan minum mereka saling tukar pengalaman. ”Banyak pengalaman yang bisa saya timba dari para TNI yang sedang melaksanakan TMMD di desa kami,” ujar Handoko, salah satu warga Desa Sangup.
Babinsa Sangup, Serka Rosyd, ikut senang manakala menyaksikan para warga dan TNI Satgas TMMD saling ngobrol bertukar pengalaman. Sehingga mereka semakin menyatu. (Pendim 0724/Boyolali)


Ikut Senang, Kesulitan Warga Akan Teratasi

Para anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali menyatakan, ikut senang menyusul dengan kerja keras saat membangun jalan, kini hasilnya sudah mulai tampak.
”Meski nantinya kami anggota Satgas tidak ikut menikmati jalan ini, namun rasanya ikut gembiraan lantaran kesulitan warga desa sasaran bakal teratasi. Yakni aktifitasnya akan lancar,” ungkap Kusmono, salah satu anggota Satgas TMMD.
Dia berharap, nantinya kalau hasil TMMD sudah diserahkan kepada pihak desa para warga mau merawatnya dengan baik sehingga bisa berumur lama, dan bisa dinikmati warga dalam waktu yang lama. (Pendim 0724/Boyolali)


Rumah Sukirno Akan Berdinding Tembok Yang Kokoh

Direhab Tentara, rumah Sukirno (53), salah satu warga Desa Sangup, yang mendapat jatah perehaban bersamaan gelaran TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, akan berdinding tembok yang kokoh.
Menurut Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Inf. Kamami, seluruh RTLH yang direhab dinding rumah akan dibangun tembok berbahan baku dari batako. Sehingga dipastikan akan kokoh.
”Kualitas dan kenyamanan tetap akan kami utamakan. Supaya pemiliknya puas, dan berdayaguna dalam waktu yang lama. Dinding tembok, kualitas kusen juga terjamin,” ujar Kapten Kamami. (Pendim 0724/Boyolali)


Bisa Istirahat Saat Material Tersendat

Sejumlah warga Desa Sangup memanfaatkan tersendatnya material untuk istirahat. Seperti saat tersendatnya pasokan material untuk pengecoran jalan yang merupakan salah satu TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, sering terlambat.
”Agak lumayan bisa istirahat sambil menunggu datangnya material lanjutan,” ungkap Darsono, warga Desa Sangup, yang rajin ikut kerja bhakti di pengecoran jalan tersebut.
Demikian halnya bagi anggota Satgas, sambil menunggu pasokan material, sebagian istirahat, sebagian lagi digunakan untuk menyempurnakan hasil pengecoran yang tengah menunggu proses pengeringan. (Pendim 0724/Boyolali)


Harus Langsir Material Secara Manual

Lantaran truk material tidak bisa sampai ke titik pekerjaan, di kegiatan TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, sejumlah material terpaksa harus dilakukan secara manual. Baik itu koral, pasir maupun semen.
Menurut Darko, salah satu warga Desa sangup, harus mengandalkan otot untuk langsir material karena truk material tidak bisa sampai ke titik pembangunan. ”Tidak masalah, soal otot kami warga Desa Sangup sudah terbiasa,”ujarnya.
Kades Sangup, Triyono mengapresiasi dengan semangat warganya yang tetap semangat walaupun harus melangsir material secara manual, dan mengandalkan otot. (Pendim 0724/Boyolali)


Penyiraman Jalan TMMD Terus Dilakukan

Sebagian jalan yang selesai dibangun oleh anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali dan warga yang sudah selesai terus dilakuka penyiraman.
Menurut Kades Sangup, Triyono, penyiraman di jalan cor yang sudah jadi itu dimaksudkan, saat ini cuacanya sangat panas, sehingga dengan disiram hail pengecoran jalan tidak akan retak.
”Memang butuh air yang banyak, tetapi tidak mengapa, toh itu demi menjaga kualitas hasil pengecoran jalan. Jika keringnya pelan-pelan, nantinya kualitas jalan cor akan menjadi bagus,” jelas kades Triyono. (Pendim 0724/Boyolali)


Air Telat, Pengecoran Jalan TMMD Macet

Gara-gar air telat, pengecoran jalan di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, yang merupakan sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali macet.
Lantaran macet, sebagian anggota Satgas TMMD dan warga, menggunakan kondisi itu untuk istirahat sambil membersihkan alat dan merapikan hasil pengecoran jalan.
”Sempat macet memang lantaran pasokan air terlambat. Semua itu kami gunakan untuk bersih-bersih alat dan menyempurnakan hasil pengecoran,” ujar Kopda Jayus, salah satu anggota Satgas TMMD. (Pendim 0724/Boyolali)


Sejumlah Material Terus Digelontorkan ke Lokasi TMMD

Sejumlah material, mulai dari koral, pasir, semen terus digelontorkan ke Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, yang menjadi sasaran TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali.
Hal itu dilakukan agar semua pembangunan fisik yang sudah diprogramkan, bisa berjalan sesuai rencana, dan selesai sebelum TMMD ditutup. ”Kami tak ingin ambil resiko, gara-gara material terlambat, pekerjaan TMMD lantas terhambat,” uajr Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Inf. Kamami.
Dikemukakan, selain material, sejumlah tukang baik dari TNI maupun dari desa sasaran terus libatkan di sejumlah pembangunan TMMD. ”Pokoknya semua sasaran fisik TM harus selesai sebelum TMMD ditutup,” tandas Kapten Kamami. (Pendim 0724/Boyolali)